Lilypie

Lilypie - Personal pictureLilypie Second Birthday tickers
Tampilkan postingan dengan label aku dan puisiku^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku dan puisiku^^. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2012

"level kita berbeda" itu ucapmu...

satu kata yang selalu kurasakan ketika kata itu hadir...
hanya sedih yang kurasa...
aku pikir,itu semua hanya ada di sinetron-sinetron yang pernah aku saksikan,,

tapi nyatanya, itu terjadi sendiri padaku..
yang lebih menyakitkan adalah aku sebagai pemeran utamanya...

andai aku bisa memilih,,
bukan inginku lahir dari keluarga yang berkecukupan,,
profesiku hanya cita-citaku sejak semasa kecil dulu,,

andai  engkau tahu,,
aku tak pernah memiliki hidup yang hampir sempurna...
karena semuanya tlah berakhir saat engkau memilih pergi...

masa depan yang indah yang pernah kuimpikan harus berakhir begitu saja...
menyimpan luka yang sangat dalam,,
dan aku sendiri tak pernah tau sampai kapan ini semua bisa kembali seperti dulu...

kakiku seakan lumpuh untuk berjalan kembali....
terhempas jauh didalam keterpurukan...

Tentang Rindu^^

Rindu adalah tiang yang tak pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan, disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan kelam sudah bermula

Rindu adalah lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup

Rindu adalah musim yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah berulang mengusik nasib
Hanya dzikir dan do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-lahan menitik

Rinduku yang Sempurna Untukmu

Seiring langkahku menapaki waktu... 
Tersiratlah lembaran cerita masa lalu...
Terlantunlah irama lagu hati yang indah Hanya untuk mengenang kisahku...
Dentingan detak jantung yang berdegup..
Mengingatkanku pada sesosok bayangan...
Tanpa berpikir dan tanpa berkhayal..Kau hadir dalam mimpiku...
karena RINDUKU YANG SEMPURNA hanya untukmu...
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu..
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta

inginku...

Ku bangun istana cinta diatas setiaku
Ku lindungi dindingnya dengan percayaku
Ku hiasi semuanya dengan keihklasanku
Ku rawat keteguhanya dengan ketulusanku
Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku
Andai takdir tak merenggutmu
Andai ku bisa menjaga keabadian hidupmu
Aku bukan Tuhan Yang Maha Mampu Mengendalikan semua apa yang ku mau
Aku juga bukan malaikat penjagamu Yang slu menemanimu sepanjang waktu

Rabu, 04 Januari 2012

ketika akan kututup lembar terakhir dari diaryku.



jika kesendirian adalah takdir,
seharusnya bisa ikhlas semudah ikhlas dititipi hati yg dicintai cinta….
seharusnya mampu….

DIA lah Yang Maha Berkehendak….
jika DIA berkendak, maka tak satupun makhlukNYA mampu mencegah...

maka, hanya mampu bersandar pada satu-satunya harap…..
dan rindu hanya pada satu-satunya cinta…

Sabtu, 02 April 2011

Mundur Satu Langkah bukan berarti tak mencintai...

Hari ini sudah kuputuskan untuk mundur satu langkah dari jalan cerita ini...
jalan cerita yang sudah kita buat...

bukan berarti aku tak cinta,,,
tapi justru aku terlalu cinta...

selama ini bahkan aku rela menghabiskan hari-hariku diatas namamu..
sadarkah dirimu??
atau aku yang terlalu bodoh???
masih berharap, meski sudah kau relakan hatimu untuknya??

berbicara hati, maka akan berbicara perasaan...
diatas dilema ini, aku bertanya :
"masih haruskah aku bertahan hingga menunggu takdir yang datang menjawabnya??"
jika itu jawabannya, maka pasrahlah yang hanya bisa kulakukan...

tapi yang pasti,
rindu akan cintamu selalu tetap dihatiku...

-->1542k6

Kamis, 24 Maret 2011

Puzzle 1 *Keyakinan Hati

Di awal, semua begitu terasa indah..
Saat aku bisa mengenalmu,,,
menantimu dihatiku,,mungkin suatu yang salah....

Tapi, semua telah hancur,,
Kedua sayap patah,,rapuh...
Bahkan untuk mengepakkan pun tak sanggup...
Maka saat itu tak pernah lagi kutemukan keramahan yang menjamahi hati....


Bertahun-tahun harus aku lewati,,
menyusuri lorong waktu antara cita dan cinta,
yang memisahkan ruang dan jarak kita...
kucoba tepis semua kenangan yang masih tersisa dihati...


nyatanya tak mudah.....
angin yang bertiup terlalu kencang,,,


hingga suatu saat, waktu mempertemukan kita kembali...
tapi, dengan kenyataan yang sulit untuk diterima oleh hatiku...
ternyata hatimu memilih"nya"....


tapi setiap saat ketika aku ingin menjauh,,
mengapa ALLAH selalu membuat kita dekat,,
inikah jawabannya???
oleh sebab itu, saat ini ku usahakan untuk menyatukan kembali puing-puing kesedihan yang mendalam atas dasar keyakinan...

mungkin ini bagian dari rencanaNYA yang indah...
Ia ingin masa lalu kita yang pahit menjadi penguat kita dimasa depan,,


"Salahkah jika telah terpaut??
bukannya tak ingin mencari sebuah jawaban yang lain,,
tapi hati ternyata memaksa untuk tetap bertahan disini..."


Jika dikatakan terluka,,
iya.....
bahkan sangat terluka...
ketika kita harus kehilangan "sesuatu" yang sangat berarti...
Tapi,,
ada kata-kata yang slalu kuingat :
"Mengapa harus merasa kehilangan, ketika kita tidak pernah memiliki??"

di 1542k11.....
berarti tepat 5 tahun aku menanti tanpa pamrih,,,,
yaa...itulah pilihanku
pilihanku atasmu...

sangat berharap,,ditahun ini puzzle hati akan menyatu oleh suatu ikatan janji suci,,
karna sudah kupasrahkan semuanya pada ALLAH Ta'ala, Dzat yang Maha Pembolak-balik Hati...

*amin ya Rabbal 'alamin
(:

*ditulis untuk direnungi.......

Rabu, 16 Maret 2011

Biarkan Cinta itu bermuara dengan sendirinya^^


Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga ?

Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu

Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan

Mengapa tak kau cari pelabuhan lain,yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,buka tirai di sanubarimu,

Dan kau akan tahu Pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya

Hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,rumah dan pelabuhan hatimu…

( Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

******************************************************************

Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu.

Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan – kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.


Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama dan masih banyak lagi hal – hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama.dan mempraktekkannya dalam kesehariannya.

Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita , curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.

Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya ” Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?”

Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab ” entahlah..”

Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang… Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya… Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki – laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain.

Sampai suatu hari,.. Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati… Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini…. Air matanya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam… Dia berjanji untuk tidak mengisi hari – harinya dengan kesia-siaan.

“Lalu bagaimana dengan sosok laki – laki itu ??“ Perlahan saya bertanya padanya.

“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati…. Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati – hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,” ujarnya dengan diplomatis.


Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar – benar menepati janjinya.

Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi , pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya…. Cinta yang dijaliri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabatnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya…cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya… Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Ilahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat di saat suka dan duka… Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga…. saat seseorang itu pun hilang begitu saja… Masih ada setangkup harapan agar dia kembali…. Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati…. akan selalu ada beribu kata maaf untuknya…. Masih ada beribu penantian walau tak pasti… Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia ???


Masih ada sejuta asa …. Masih ada sejuta makna…..Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama….

“Lalu… bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada ???” tanya saya suatu hari. Perempuan itu berujar, ”

Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya … disaat yang tepat … dengan seseorang yang tepat …. dan pilihan yang tepat … hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barakah …”

Semoga saja akan demikian adanya …

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

QS Al-Baqarah (Sapi Betina)2: 216

Diantara hikmah dari ayat ini adalah seorang hamba tidak boleh memiliki suatu pandangan yang mendahului keputusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atau memilih sesuatu yang tidak Allah Subhanahu Wa Ta’ala pilih,

–Saudaraku … Janganglah kamu memiliki pandangan yang mendahului keputusan Allah…Jangan kamu sia-siakan waktumu untuk menunggu suatu yang tak pasti…bila memang hatimu telah merasa ingin untuk menikah …bila memang dia merupakan pilihanmu …Cepat Lamarlah …Cepat katakanlah kepadanya …

Supaya dirimu ada kepastian …Supaya dirimu tercegah dari dosa …Agar tidak ada istilah Teman Tapi Mesra …Supaya dirimu tidak dipermainkan oleh perasaanmu sendiri …Bila kenyataan ternyata kamu tidak bisa bersatu dengan pilihanmu…Yang penting kamu sudah ikhtiar…Yang penting kamu sudah ada kejelasan…Agar tidak ada penyesalan dikemudian hari …Agar kamu bisa melangkah lagi untuk mencari pasangan jiwamu … Semoga kita bisa mengambil ibrah dari cerita ini …

Apabila salah satu pintu kebahagiaan tertutup,pintu yang lain akan terbuka tapi lazimnya kita akan memandang pintu yang telah tertutup itu terlalu lama hingga tidak nampak pintu yang telah dibukakan untuk kita..Tetaplah semangat dalam mencari pasangan jiwamu …masih ada pintu kebahagian yang terbuka untuk kita…

Repost Oleh : -Satu Cahaya Hidupku- dengan sedikit perubahan

Sumber : http://www.facebook.com/notes/sonny-mahendra/biar-cinta-itu-bermuara-dengan-sendirinya/363687681599

Sabtu, 09 Oktober 2010

Purnama, Bintang, dan Sinar Biru ^^


Pada saatnya nanti, malam akan menaruh bintang – bintangnya di selimut tidur saya dan bulan yang bersinar biru menempel di langit bilik. Cahayanya klasik, karena hiasan crystal yang saya poles dengan bening kaca – kaca menimbulkan pantulan yang jernih dan membiru di hamburan cahayanya.

Dan pada saatnya nanti, malam akan memberi pula sentuhan pelangi.
Ya, pelangi.
Satu kali saya melihatnya di malam hari. Aneh bukan ?
Di saat bulan purnama terang.

Pemandangan yang asing, karena sang pelangi melingkar di sekeliling bulan. Mungkin karena masih ada embun. Embun sisa hujan gerimis senja saat itu. Menyatu mendispersi cahaya bulan di langit.
Lantas menjadi indah.
Sangat indah

Oh, saya lupa.
Kenapa saya menjadi ‘ berbicara pada saatnya nanti ‘ ?

Ini karena ia yang juga selalu menuliskan hal yang sama.
...........pada saatnya nanti.

Seperti gumam harapan yang tersulut pada titik – titik cerita. Meskipun ia sering mengartikan ini adalah diary mimpi, tapi bagi seorang saya ialah mimpi itu sendiri.
Kenapa tidak ?
Ketika ia menceritakan titik – titik itu, saya selalu menciptakan imajinasi
..................dan dari sekian titik – titik itu, semuanya mengarah pada satu waktu.
Malam.
Bulan Purnama.
Ribuan bintang.
Dan sinar biru.

Rabu, 13 Januari 2010

Rindu Pelangiku Datang Lagi


"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)